Smart Business Ala Rasulullah
Kejujuran dan pelayanan merupakan hal-hal yang prinsipil untuk siapapun yang menyebut dirinya businessman menurut Rasulullah.
Berikut ini prinsip-prinsip mengelola bisnis dari The King of Businessman (Rasulullah Saw) :
- pertama, penjual tidak boleh mempraktikkan kebohongan dan penipuan mengenai barang-barang yang dijual pada pembeli. Menurut Rasulullah, ketika orang sudah berbohong dan menipu,ia berarti sudah tidak beriman, dan bisnis yang tidak dilandasi iman, menurut beliau, tidak memilki arti sama sekali.
- kedua, pelanggan yang tidak sanggup membayar kontan, hendaknya diberi tempo untuk melunasinya. Dan pengampunan hendaknya diberikan jika ia benar-benar tidak sanggup membayar.
- ketiga, penjual harus menjauhi sumpah yang berlebih-lebihan dalam menjual suatu barang. Walaupun sumpah itu benar,menurut Rasulullah akan mengurangi keberkahan dari Allah.
- keempat, hanya dengan kesepakatan bersama atau dengan suatu usulan dan penerimaan penjualan barang akan sempurna. Yang artinya saling ridha.
- kelima, penjual harus tegas terhadap timbangan dan takaran.
- keenam, orang yang membayar di muka untuk pembelian suatu barang, tidak boleh menjualnya sebelum barang tersebut benar-benar menjadi miliknya.
- ketujuh, Rasulullah melarang bentuk monopoli dalam perdagangan.
Prinsip tersebut sesungguhnya merupakan wujud "penjelmaan" cinta ke dalam "tindakan nyata" yang dipraktikkan oleh Rasulullah dalam menjalankan kerajaan bisnisnya.
(Prof.Laode Kamaluddin)
#Bagi_Ilmu Semoga bermanfaat
Komentar
Posting Komentar